TUJUAN, FUNGSI & PERANAN DAKWAH DALAM KOMUNIKASI ANTARBUDAYA

 

TUJUAN, FUNGSI & PERANAN DAKWAH DALAM KOMUNIKASI ANTARBUDAYA

Oleh

Ainina Syafa Zelbiana Mutiarani (B71219056)

Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam

Semester 4 (A2)

UIN SUNAN AMPEL SURABAYA

2021

 

Komunikasi dan budaya mempunyai hubungan timbal balik, seperti dua sisi mata uang. Budaya menjadi bagian dari perilaku komunikasi, dan pada gilirannya komunikasi pun turut menentukan, memelihara, mengembangkan atau mewariskan budaya, seperti yang dikatakan Edward T. Hall, bahwa “komunikasi adalah budaya” dan “budaya adalah komunikasi”. Secara sederhana komunikasi antar budaya adalah komunikasi antar pribadi yang dilakukan oleh mereka yang berbeda latar belakang budaya.

A.    Fungsi Komunukasi Antar Budaya

1.     Fungsi Pribadi

Fungsi pribadi komunikasi antar budaya adalah fungsi-fungsi komunikasi anatar budaya yang ditunjukkan melalui perilaku komunikasi yang bersumber dari seorang individu.

 

a.     Menyatakan Identitas Sosial

Dalam proses komunikasi antarbudaya terdapat beberapa perilaku komunikasi individu yang digunakan untuk menyatakan identitas sosial. Perilaku itu dinyatakan melalui ahasa berbahasa baik secara verbal dan nonverbal. Dari perilaku berbahasa itulah dapat diketahui identitas diri maupun sosial, misalnya dapat diketahui asal-usul suku bangsa, agama, maupun tingkat pendidikan seseorang

b.     Menyatakan intergrasi social

Inti konsep integrasi sosial adalah menerima kesatuan dan persatuan antarpribadi, antarkelompok namun tetap mengakui perbedaan-perbedaan yang dimiliki oleh setiap unsur. Perlu dipahami bahwa salah satu tujuan komunikasi adalah memberikan makna yang sama atas pesan yang dibagi antara komunikator dan komunikan. Dalam kasus komunikasi antarbudaya yang melibatkan perbedaan budaya antar komunikator dengankomunikan, maka integrasi sosial merupakan tujuan utama komunikasi.

c.     Menambah pengetahuan

Seringkali komunikasi antarbudaya menambah pengetahuan ahasa dan saling mempelajari kebudayaan masing-masing

2.     Fungsi Sosial

a.     Pengawasan

Fungsi sosial yang pertamaadalah pengawasan. Praktek komunikasi antarbudaya di antara komunikator dan komunikan yang berbeda kebudayaan berfungsi saling mengawasi. Dalam setiap proses komunikasi antarbudaya fungsi ini bermanfaat untuk menginformasikan “perkembangan” tentang lingkungan. Fungsi ini lebih banyak dilakukan oleh media massa yang menyebarluaskan secara rutin perkembangan peristiwa yang terjadi disekitar kita meskipun peristiwa itu terjadi dalam sebuah konteks kebudayaan yang berbeda.

b.     Menjembatani

Dalam proses komunikasiantarbudaya, maka fungsi komunikasi yang dilakukan antara dua orang yang berbeda budaya itu merupakan jembatan atas perbedaan di antara mereka. Fungsi menjembatani itu dapat terkontrol melalui pesan-pesan yang mereka pertukarkan, keduanya saling menjelaskan perbedaan tafsir atas sebuah pesan sehingga menghasilkan makna yang sama. Fungsi ini dijalankan pula oleh pelbagai konteks komunikasi termasuk komunikasi massa.

c.     Sosialisasi Nilai

Fungsi sosialisasi merupakan fungsi untuk mengajarkan dan memperkenalkan nilai-nilai kebudayaan suatu masyarakat kepada masyarakat lain.

d.     Menghibur

Fungsi menghibur juga sering tampil dalam proses komunikasi antarbudaya. Misalnya menonton tarian dari kebudayaan lain. Hiburan tersebut termasuk dalam kategori hiburan antarbudaya

 

 

B.    Tujuan Komunikasi Antar Budaya

Komunikasi antarbudaya terjadi bertujuan untuk mengurangi tingkat ketidakpastian. Seperti halnya ahasa ada dua individu yang sedang berkomunikasi, namun kedua individu tersebut menggunakan ahasa yang berbeda-beda karena kebudayaan yang berbeda. Sehingga komunikasi antarbudaya inilah yang akan berperan sebagai alat banu dan mengurangi tingkat ketidakpastian ogika maupun definisi dari topik komunikasi yang sedang dibahas. Jadi, intinya adalah komunikasi antarbudaya bertujuan untuk menjadi alat bantu komunikasi antarbudaya. Sehingga data dimengerti secara efektif

C.    Peranan Komunikasi Antarbudaya

Peranan ahasa saat ini merupakan alat yang sangat berperan penting dalam komunikasi antarbudaya. Contohnya, orang pesisir yang memiliki pola hidup keras kerap kali berbicara dengan kencang, sehingga dapat membuat orang salah mengartikan. Dikiranya orang tersebut sedang marah-marah, padahal sebenarnya tidak. Sehingga, keberadaan ahasa di sinilah diperlukan. Dengan menggunakan ahasa Indonesia atau ahasa kebangsaan, maka kesalahpahaman akan menurun dan perlahan menghilang. Karena, ahasa sendiri yang dapat memilah mana marah, mana senang, dan mana yang sedih. Dan juga, ahasa merupakan simbolik dari rasa.


 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Aw. Suranto. Komunikasi Sosial Budaya. Yogyakarta. Graha Ilmu. 2010.

Liliweri, Alo. Gatra-gatra Komunikasi Antar Budaya. Yogyakarta. Pustaka Pelajar. 2003

eJournal Ilmu Komunikasi, 2013 Fungsi Komunikasi Antarbudaya dalam prosesi pernikahan adat Batak di Samarinda

Comments