Aktivitas Komunikasi Lintas Budaya Verbal dan Non Verbal dalam Ilmu ad-Dakwah
1. 1. Pembahasan Komunikasi Lintas Budaya dalam Dakwah
Dakwah pada komunitas atau masyarakat yang multikultur harus dapat memahami dan mengetahui perbedaan budaya dan adat istiadat setempat, termasuk cara berkomunikasi. Tanpa mengetahui perbedaan cara berkomunikasi verbal dan nonverbal yang beragam ini dikhawatirkan proses transmisi pesan-pesan dakwah tidak tersalurkan dengan baik, sebaliknya akan terjadi ketidaksepahaman dari masyarakat yang didakwahi. Memahami latar budaya yang berbeda dan mengetahui proses komunikasi lintas budaya menjadi hal yang urgen sebagai sarana untuk berdakwah.
Hubungan antara budaya dan komunikasi penting dipahami untuk memahami komunikasi lintas budaya, oleh karena melalui pengaruh budayalah orang-orang belajar berkomunikasi. Seorang Korea, seorang Mesir atau seorang Amerika belajar berkomunikasi seperti orang-orang Korea, orang-orang Mesir, atau orang-orang Amerika lainnya. Perilaku mereka dapat mengandung makna, sebab perilaku tersebut dipelajari dan diketahui, dan perilaku itu terikat oleh budaya. Orang-orang memandang dunia mereka melalui kategori-kategori, konsep-konsep, dan label-label yang dihasilkan budaya mereka (Porter & Samovar dalam Mulyana, 2014: 24).
Seseorang ketika berkomunikasi akan dipengaruhi oleh budaya tempat ia tinggal, sehingga komunikasi tidak tersampaikan maknanya bila tidak memahami apa yang disampaikan oleh komunikator dan komunikan. Komunikasi merupakan proses penyampaian pesan atau makna dari pengirim kepada penerima. Seorang komunikator menggunakan beberapa sarana atau alat untuk mengungkapkan atau mengkomunikasikan pikiran, perasaan, dan keinginan kita kepada komunikan. Sarana itu dapat berbentuk perilaku verbal maupun non-verbal. Setiap budaya akan memiliki aturan-aturan bagaimana cara anggota-anggotanya untuk melakukan komunikasi tersebut baik melalui verbal maupun nonverbal (Dayakisni & Yuniardi, 2012: 181).
Komunikasi terjadi antara sekurang-kurangnya dua orang peserta komunikasi atau bisa jadi lebih banyak dari itu (organisasi, publik dan massa) yang melibatkan pertukaran tanda-tanda melalui suara seperti telepon, kata-kata seperti pada halaman buku tercetak, atau suara dan kata-kata yaitu melalui televisi (Liliweri, 2003: 24). Seorang komunikator (da’i) ketika menyampaikan ceramahnya di ruang publik semisal melalui televisi akan didengarkan oleh jutaan pemirsa yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda, maka patut baginya untuk memilih kata-kata dan gerakan tubuh (gestures) yang dapat dimengerti oleh semua pihak. Karena boleh jadi, ada satu lafal memiliki makna yang berbeda. Semisal kata "atos" dalam bahasa Jawa artinya keras, sedang dalam bahasa Sunda artinya sudah. Hal seperti ini sebenarnya hanya biasa saja, namun bila tidak hati-hati akan menyebabkan mis-communication. Perbedaan ini baru pada level beda suku, bagaimana bila pelakunya beda negara.
2. Aktivitas Komunikasi Lintas Budaya Verbal & Non Verbal dalam Ilmu ad-Dakwah dapat diwujudkan dengan cara berikut :
a. Verbal : komunikasi verbal yang biasa kita lakukan sehari-hari.
Bila kita menyertakan budaya sebagai variabel dalam proses komunikasi tersebut, maka masalahnya akan semakin rumit. Ketika kita berkomunikasi dengan seseorang dari budaya kita sendiri, proses komunikasi akan jauh lebih mudah, karena dalam suatu budaya orang-orang berbagi sejumlah pengalaman serupa. Namun bila komunikasi melibatkan orang-orang berbeda budaya, banyak pengalaman berbeda dan akhirnya proses komunikasi juga menyulitkan.
b. Non Verbal : semua isyarat yang bukan kata-kata
Dalam proses non verbal yang relevan dengan komunikasi antar budaya terdapat tiga aspek yaitu; perilaku non verbal yang berfungsi sebagai simbol, tatapan mata, isyarat tangan, gerakan kepala dan lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Liliweri, Alo, Dasar-dasar Komunikasi Antar Budaya, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004
Rakhmat, Jalaluddin, Psikologi Komunikasi, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005.
Ibnu Taimiyah, Majmu’ Al-Fatawa. (Riyad : Mathabi’ al-Riyad, 1985), Juz XV, cet 1. 185.
Comments
Post a Comment